"Orange" pada kata Orange Pekoe (salah satu Tea Grade) sering keliru dimaknai oleh sebagian orang sebagai teh yang ditambahkan rasa seperti jeruk atau minyak jeruk atau juga sesuatu yang terkait dengan jeruk. Kata "Orange" sendiri tidak ada hubungannya dengan citarasa teh (dalam hal ini Black Tea). Ada 3 pengertian dari kata "Orange" ini, walaupun tidak begitu pasti, yaitu:
1. Gedung Kerajaan Belanda "Orange-Nassau". Hal ini terkait karena peranan bangsa Belanda pada jaman kolonialisme, terutama melalui perusahaan dagangnya di India Timur (termasuk Indonesia) yang memiliki peranan penting dalam mempopulerkan teh dan memasarkannya ke Eropa.
2. Diduga bangsa China dulunya mencampur bunga jeruk untuk menambah citarasa teh. Ini mungkin tidak sepenuhnya benar, karena bunga yang umum dipakai sebagai penambah citarasa terutama untuk teh wangi, adalah bunga melati.
3. Warna tembaga yang muncul pada dauh teh yang telah teroksidasi secara sempurna sebelum proses pengeringan atau warna jingga yang muncul setelah teh selesai diproses. Daun teh yang diolah tersebut ini terdiri dari 1 pucuk (pekoe) dan 2 daun yang mengeluarkan warna jingga ketika teh teroksidasi sempurna. (www.wikipedia.org)